Rabu, 25 Juli 2012

**Saat Cinta Tak Lagi Membuat Bahagia


Saat Cinta Tak Lagi Membuat Bahagia

Pernahkah Anda merasa sang kekasih tak lagi secantik atau seganteng dulu, perilakunya tak lagi manis, dan segala sesuatu yang ia lakukan adalah salah dan membuat marah?

Ini adalah pertanda Anda merasa terjebak dalam sebuah hubungan. Lalu apa yang harus dilakukan?

1. Cari tahu penyebabnya
Jangan gegabah dan langsung mengartikan bahwa tak ada lagi perasaan cinta antara Anda dan dia. Bisa jadi, ini hanya perasaan sesaat karena banyak tekanan lain di luar hubungan yang membuat Anda stres. Pekerjaan, kesibukan dan masalah lain bisa menjadi penyebabnya.

2. Berbicara

Pasangan adalah orang pertama yang harus Anda ajak bicara. Bercerita kepada sahabat atau keluarga justru bisa menjadi bumerang. Keluarga dan sahabat belum tentu bisa bersikap netral menyikapi permasalahan Anda. Jangan sampai curhat Anda justru membuat keadaan makin buruk.

Bicaralah pada pasangan. Jika memang keadaan hubungan tak lagi menyenangkan, bisa jadi ia juga memiliki perasaan yang sama. Jangan biarkan emosi mengendalikan Anda saat berbincang dengan pasangan. Bahas semua masalah dengan kepala dingin dan perasaan yang tenang. Ingat, tujuan Anda adalah mencari jalan keluar, bukan mencari siapa yang salah.

3. Cari terapis
Jika komunikasi antara Anda dan pasangan tak juga menemukan titik temu, bisa jadi penyebabnya adalah Anda dan pasangan belum saling terbuka seutuhnya. Jadi bantuan terapis dibutuhkan di sini. Para terapis bisa menguraikan “benang kusut” yang ada di hubungan Anda.

4. Kelompok pendukung

Dekatilah pasangan-pasangan yang bahagia dan bijaksana saat mengatasi konflik hubungannya. Dengan ini, Anda bisa belajar sekaligus mendapat dukungan yang positif.

5. Buat daftar kelebihan dan kekurangan
Buatlah daftar kelebihan dan kekurangan Anda juga pasangan. Dengan ini Anda bisa melihat hal-hal yang menjadi penyebab konflik. Jika segala usaha untuk menyelamatkan hubungan tak jua sukses, buatlah daftar kekurangan dan kelebihan jika Anda harus berpisah dengan pasangan. Jika memang berhubungan dengan pasangan justru menimbulkan lebih banyak kerugian, berarti Anda harus mengambil keputusan.

Mempertahankan hubungan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Jika perpisahan yang menjadi keputusan, menjalankannya pun tak mudah. Tapi memaksakan suatu hubungan yang tak membahagiakan juga bukanlah jalan keluar.

Jangan sampai waktu Anda terbuang sia-sia karena menjalankan hubungan yang tidak berharga. Selamat berbahagia!

**Tanda-Tanda Belum Siap Menikah


Tanda-Tanda Belum Siap Menikah

Ketika semua teman Anda mulai menikah, selain merasa turut berbahagia untuk pasangan tersebut, akan mudah bagi Anda untuk merasa iri. Jika pasangan Anda belum juga melamar, godaan tersebut akan menyebabkan timbulnya masalah.

Tetapi meletakkan masalah ke tangan Anda sendiri adalah hal berbahaya. Tidak ada gunanya menikah jika pasangan Anda tidak siap atau hubungan yang Anda bina itu tidak baik. Untuk membantu menghindari masalah perkawinan, berikut adalah 10 tanda Anda terlalu terburu-buru memutuskan menikah.

Anda membanding-bandingkan diri dengan pasangan lain
Ketika pasangan lain yang belum terlalu lama menjalin hubungan memutuskan untuk menikah, hal ini dapat membuat Anda merasa untuk perlu cepat-cepat menikah juga. Perbandingan semacam itu tidak berarti Anda harus terburu-buru menikah. Ingat, menikah bukanlah perlombaan. Ujian sebenarnya dari sebuah hubungan adalah bukan seberapa cepat orang menikah tapi berapa lama mereka dapat mengarungi bahtera rumah tangga setelah itu.

Menghindari berbicara tentang masa depan
Jika pasangan Anda mengelak tentang masalah pernikahan, terus menekannya tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Ia mungkin akan enggan melakukannya sama sekali jika Anda menekannya. Mengubah subjek pembicaraan, membelokkan pertanyaan dan kurangnya antusiasme adalah tanda-tanda seseorang yang didorong terlalu jauh dan terlalu cepat untuk menikah.

Pernikahan tidak praktis
Tidak hanya pernikahan yang membutuhkan biaya, cincin pertunangan juga. Tidak ada gunanya memberikan cincin pertunangan jika Anda dan pasangan Anda mengalami masalah keuangan. Menekan mereka untuk berlutut melamar Anda hanya akan menghasilkan stres dan ketegangan. Tunggu sampai Anda benar-benar siap untuk menikah sebelum berbicara tentang lonceng pernikahan.

Anda lebih ingin upacara pernikahan daripada hubungan pernikahan itu sendiri
Menikah, tidak diragukan lagi memang menyenangkan: Anda terlihat menakjubkan, Anda menjadi pusat perhatian, Anda akan mendapatkan pujian dan hadiah. Tapi ingatlah pernikahan adalah untuk seumur hidup Anda, bukan hanya sehari. Jika Anda lebih menyukai upacara pernikahan daripada hubungan itu sendiri, maka Anda jelas tidak siap untuk menikah.

Anda terlalu tergila-gila merencanakan pernikahan
Apakah Anda merasa sulit untuk tidak memikirkan pernikahan Anda, meskipun tidak pernah ditanyai tentang masalah pernikahan? Jika pikiran Anda terus melayang merencanakan tentang berat tubuh ideal yang harus Anda capai saat menikah nanti maka Anda perlu mengambil napas dalam-dalam dan mencari hobi yang baru.

Anda menyalurkan keinginan orang lain
Menekan kekasih Anda untuk segera menikahi Anda saja sudah cukup buruk, namun membujuk mereka berjalan menyusuri altar hanya demi menyenangkan orang lain itu jauh lebih buruk. Ingat ini bukan masalah soal ibu, nenek, sahabat atau tetangga sebelah Anda yang menganggap sudah saatnya Anda untuk menikah. Perasaan Anda dan pasangan Anda yang lebih penting.

Anda belum pernah mendiskusikan pertanyaan besar tentang pernikahan
Jika Anda membangun kehidupan dengan seseorang, Anda hanya dapat berhasil melakukannya jika Anda memiliki tujuan yang sama. Jika Anda menikah namun baru mengetahui bahwa pasangan Anda tidak setuju pada suatu pemikiran Anda yang mendasar bisa menjadi bencana dalam kehidupan pernikahan. Jika Anda belum membahas isu-isu besar seperti anak-anak dan di mana Anda akan tinggal, maka jelas terlalu dini untuk memutuskan menikah.

Pernikahan bukanlah prioritas
Jika pasangan Anda belum siap menikah, itu tidak selalu berarti kegagalan total. Mungkin ada alasan yang baik untuk menunggu, mungkin mengejar karier terlebih dahulu adalah ide yang lebih baik. Jika keadaannya seperti itu, bersiaplah membicarakan hal itu, menciptakan dasar yang kokoh untuk kehidupan pernikahan bukanlah ide yang buruk dan mungkin akan menggambarkan seberapa serius pasangan Anda ingin menjalin pernikahan dengan Anda.

Anda memaksakan masalah 
Fakta Anda mencoba untuk menjadi penanggungjawab penuh pernikahan adalah sama sekali bukan pertanda baik. Hubungan yang terbaik dan paling sukses adalah hubungan yang memerlukan sedikit usaha. Ini mungkin klise tapi benar adanya. Tekanan apapun pada pasangan Anda mungkin terlalu berat. Jika itu memang sudah takdirnya terjadi, maka itu akan terjadi.

Anda tidak harus menikah

Hubungan modern menawarkan kebebasan yang jauh lebih banyak daripada di masa lalu, ketika pernikahan adalah suatu keharusan untuk hidup bersama. Sekarang ini mungkin ada tuntutan lain daripada hal tersebut untuk menjalin hubungan jangka panjang. Tanyakan pada diri Anda apakah Anda benar-benar harus menikah. Apakah pernikahan akan memperkuat hubungan Anda atau itu hanya akan menyebabkan stres dan beban? Jika jawabannya adalah yang terakhir, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk tidak menikah, setidaknya untuk saat ini.